Wall St beragam, data tenaga kerja picu spekulasi Fed turunkan bunga

Indeks Dow Jones Industrial Average terkoreksi 0,22 persen ke 36.124,56

New York (Koridor TV) – Indeks-indeks utama Wall Street beragam pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB) setelah data ketenagakerjaan terbaru mendukung spekulasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga secepatnya pada Maret.

Indeks Dow Jones Industrial Average terkoreksi 0,22 persen ke 36.124,56, indeks S&P 500 turun 0,06 persen ke 4.567,18 dan Indeks Komposit Nasdaq menguat 0,31 persen ke 14.229,91.

Perusahaan-perusahaan paling berharga di Wall Street menguat karena imbal hasil obligasi pemerintah AS merosot ke posisi terendah dalam beberapa bulan. Nvidia dan Apple naik lebih dari dua persen, sementara Amazon.com dan Tesla naik lebih dari satu persen.

Sebagian besar indeks sektor S&P 500 berakhir melemah setelah data menunjukkan lowongan pekerjaan di AS turun pada Oktober ke level terendah sejak awal 2021, yang menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja sedang melemah.

“Ketika suku bunga naik dan permintaan melambat, perusahaan-perusahaan menarik kembali lowongan pekerjaan, yang pada dasarnya adalah apa yang diinginkan The Fed,” kata kepala strategi investasi CFRA Research Sam Stovall di New York, dikutip dari Reuters.

Menurut Stovall, The Fed mungkin sudah selesai menaikkan suku bunga dan satu-satunya pertanyaan yang belum terselesaikan adalah kapan bank sentral AS itu mulai menurunkan suku bunganya.

Sementara itu, laporan lain menunjukkan aktivitas sektor jasa AS meningkat pada November.

Indeks saham berkapitalisasi kecil Russell 2000 turun 1,4 persen, mengakhiri kenaikan beruntun empat hari.

Dari 11 indeks sektor S&P 500, delapan sektor melemah dipimpin oleh penurunan sektor energi sebesar 1,7 persen, diikuti oleh penurunan sektor material sebesar 1,37 persen.

Perdagangan saham AS minggu ini tidak merata setelah S&P 500 rebound hampir 9 persen pada November. Indeks pada Jumat (1/12/2023) menyentuh level tertinggi dalam empat bulan dalam satu hari.

Investor pasar saham secara luas memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunganya pada pertemuan pekan depan. Suku bunga berjangka juga menunjukkan kemungkinan 65 persen penurunan suku bunga pada pertemuan The Fed Maret, menurut alat FedWatch CME Group.

Pada Jumat (1/12/2023), laporan ketenagakerjaan nonpertanian atau non-farm payrolls yang lebih komprehensif untuk November akan memberikan kejelasan yang lebih besar mengenai keadaan pasar tenaga kerja.

Ahli strategi di BlackRock Investment Institute dalam diskusi panel memprediksi pasar global akan terpengaruh oleh volatilitas yang lebih besar pada 2024 karena The Fed memangkas suku bunga acuan lebih sedikit dibandingkan perkiraan pasar berjangka.

Saham Take-Two Interactive Software turun 0,5 persen setelah trailer dari segmen terbaru dari franchise videogame terlaris “Grand Theft Auto” dirilis.

Saham CVS Health melonjak 3,7 persen setelah perusahaan memperkirakan pendapatan 2024 di atas perkiraan Wall Street, karena perusahaan asuransi tersebut mengharapkan keuntungan dari ekspansinya ke layanan kesehatan.

Volume perdagangan di bursa AS mencapai 11,9 miliar saham dibandingkan dengan rata-rata 10,6 miliar saham untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

Jumlah saham-saham di S&P 500 yang turun melebih jumlah saham yang naik dengan rasio 4,5:1.

S&P 500 mencatatkan 15 titik tertinggi baru dalam 52 minggu dan tak satu pun titik terendah baru, sementara Nasdaq mencatat 83 titik tertinggi baru dan 69 titik terendah baru.

Sumber : Wall St beragam, data tenaga kerja picu spekulasi Fed turunkan bunga

Leave a Comment